Showing posts with label Problem Solving. Show all posts
Showing posts with label Problem Solving. Show all posts

Thursday, March 22, 2018

Menangani server zimbra yang melakukan flooding dengan src port 11211(Memcached)

Bismillah ,

Kemarin mail server kami melakukan flooding dengan traffic yang bisa sampai 1Gbps

dan membuat semua interface di mikrotik meng-restart (disable-enable) sehingga jaringan menjadi down . Awal kami sempat kebingungan apa penyebab semua interface router tiba tiba disable enable sendiri , langkah awal kami coba untuk melakukan troubleshooting dengan cara trial error melepas satu satu kabel yang terkoneksi langsung ke router , dan ketika kami melepas kebel yang mengarah ke mail server kabel interface router kembali normal (problem ada di mail server ) .

hasil di mail server terdapat historical lonjakan trafic yang sanga besar dari interface  ,



kami simpulkan penyebab interface router mendisable/enable secara tiba tiba karena kriman flooding traffic dari mail server. untuk menangani nya langkah awal kami install iftop yang nanti nya di gunakan untuka menganalisa traffik yang lewat di interface mail server .



dapat di lihat flooding zimbra ini dengan src port 11211 dan jka kita cari port 11211  merupakan port memcached , flooding port tersebut merupakan jenis serangan baru yang pertama publish dari cloudflare  https://blog.cloudflare.com/memcrashed-major-amplification-attacks-from-port-11211/ di publish tgl 27 Feb 2018 by Marek Majkowski , jadi  problem ada di memchaced zimbra ( https://wiki.zimbra.com/wiki/Blocking_Memcached_Attack ) .

sesuai dengan solusi di wiki zimbra di atas maka kita akan aktifkan firewall di ubuntu dan bind memcached hanya untuk localhost,
su - zimbra
/opt/zimbra/bin/zmprov ms `zmhostname` zimbraMemcachedBindAddress 127.0.0.1 
/opt/zimbra/bin/zmprov ms `zmhostname` zimbraMemcachedClientServerList 127.0.0.1

zmmemcachedctl restart

aktifkan firewall di ubuntu
root@mail:~# ufw enable

buat file untuk rule firewal zimbra
root@mail:~# pico /etc/ufw/applications.d/zimbra

buat rule seperti berikut di file /etc/ufw/applications.d/zimbra
[Zimbra]
title=Zimbra Collaboration Server
description=Open source server for email, contacts, calendar, and more.
ports=22,25,80,110,143,161,389,443,465,514,587,993,995,7071,8443,11211/tcp

port di atas adalah port port yang di butuhkan untuk zimbra dan server (rule di atas adalah white list port ) jadi sebelum anda enable rule nya pastikan port ssh anda sudah di masukan dalam whitelist.
allow zimbra
 root@mail:~# ufw allow zimbra

drop semua koneksi ke port 11211
root@mail:~# ufw deny 11211

Accept koneksi ke 11211 dari localhost
root@mail:~# ufw allow from 127.0.0.1 to any port 11211

aktifkan ufw
root@mail:~# ufw enable

untuk melihat status ufw
root@mail:~# ufw status verbose
WARN: "Invalid ports in profile 'Zimbra'"
Status: active
Logging: on (low)
Default: deny (incoming), allow (outgoing), disabled (routed)
New profiles: skip

To Action From
-- ------ ----
22,25,80,110,143,161,389,443,465,514,587,993,995,7071,11211/tcp (Zimbra) ALLOW IN Anywhere 
11211 DENY IN Anywhere 
11211 ALLOW IN 127.0.0.1 
5666 ALLOW IN Anywhere 
8443 ALLOW IN Anywhere 
22,25,80,110,143,161,389,443,465,514,587,993,995,7071,11211/tcp (Zimbra (v6)) ALLOW IN Anywhere (v6) 
11211 (v6) DENY IN Anywhere (v6) 
5666 (v6) ALLOW IN Anywhere (v6) 
8443 (v6) ALLOW IN Anywhere (v6)

root@mail:~#

grafik setelah beberapa hari dilakukan penanganan di atas



trafik kembali normal , alhamdulillah :)

referensi

https://blog.cloudflare.com/memcrashed-major-amplification-attacks-from-port-11211/

https://wiki.zimbra.com/wiki/Blocking_Memcached_Attack

https://blog.grs.gr/language/en/protect-zimbra-from-memcached-attack/

Tuesday, September 26, 2017

partisi root proxmox penuh (" Mounting /var/lib/vz ke /dev/pve/data ")

Bismillah ,..

secara default ketika kita install proxmox maka proxmox akan menformat seluruh hardisk kita dan akan otomatis men create tabel partisi , perlu di ketahui menurut diskusi di https://forum.proxmox.com/threads/resizing-root-partition-and-giving-proxmox-more-space.18048/   proxmox berjalan di dalam LVM , maka kita juga bisa melakukan resize ataupun extend partisi .  Di kasus saya ini jika jalankan perintah
root@ids:~# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
udev 10M 0 10M 0% /dev
tmpfs 4.0G 8.9M 4.0G 1% /run
/dev/dm-0 68G 1.5G 63G 3% /
tmpfs 9.9G 43M 9.8G 1% /dev/shm
tmpfs 5.0M 0 5.0M 0% /run/lock
tmpfs 9.9G 0 9.9G 0% /sys/fs/cgroup
tmpfs 100K 0 100K 0% /run/lxcfs/controllers
cgmfs 100K 0 100K 0% /run/cgmanager/fs
/dev/fuse 30M 16K 30M 1% /etc/pve
root@ids:~#

bisa di lihat di atas partisi  / ("root")  hanya  sebesar 63G , sedangkan folder  penyumbang terbesar penuh nya root yaitu " /var/lib/vz/ " tempat image dan kvm berada , ternyta masih ter mount di root
root@ids:/# df -h /var/lib/vz
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/dm-0 68G 1.5G 63G 3% /

dan ternyata setelah saya coba browsing  ternyata PVE meng create bebrapa lv , bisa di lihat dengan perintah
root@ids:/# lvs
LV VG Attr LSize Pool Origin Data% Meta% Move Log Cpy%Sync Convert
data pve twi-a-tz-- 181.03g 0.00 0.42
root pve -wi-ao---- 68.25g
swap pve -wi-ao---- 8.00g
root@ids:~# lvdisplay /dev/pve/data
--- Logical volume ---
LV Name data
VG Name pve
LV UUID XYI97P-3LYk-F9Yj-a062-6Tzc-kypI-mdkNFB
LV Write Access read/write
LV Creation host, time proxmox, 2017-05-06 09:35:42 +0700
LV Pool metadata data_tmeta
LV Pool data data_tdata
LV Status available
# open 0
LV Size 181.03 GiB
Allocated pool data 0.00%
Allocated metadata 0.42%
Current LE 46344
Segments 1
Allocation inherit
Read ahead sectors auto
- currently set to 256
Block device 251:4
root@ids:~# lvdisplay /dev/pve/root
--- Logical volume ---
LV Path /dev/pve/root
LV Name root
VG Name pve
LV UUID Ixaid3-0kbW-nFXX-zUYo-KbNZ-X6Yt-3lxxot
LV Write Access read/write
LV Creation host, time proxmox, 2017-05-06 09:35:41 +0700
LV Status available
# open 1
LV Size 68.25 GiB
Current LE 17472
Segments 1
Allocation inherit
Read ahead sectors auto
- currently set to 256
Block device 251:0

Jadi kita akan mencoba untuk mount /dev/pve/data ke folder  /var/lib/vz/  , langkah pertama remove lvthin volume di dalam /etc/storage/storage.cfg
dir: local
path /var/lib/vz
content iso,vztmpl,backup

lvmthin: local-lvm
thinpool data
vgname pve
content rootdir,images

rubah menjadi
dir: local
path /var/lib/vz
content iso,vztmpl,backup

remove pve/data
root@ids:/# lvremove pve/data
Do you really want to remove active logical volume data? [y/n]: y
Logical volume "data" successfully removed

kemudian create kembali

root@ids:/# lvcreate --name data -l +100%FREE pve
Logical volume "data" created.

kemudian format
root@ids:/# mkfs.ext4 /dev/pve/data
mke2fs 1.42.12 (29-Aug-2014)
Creating filesystem with 51648512 4k blocks and 12918784 inodes
Filesystem UUID: 751be19c-346b-4c44-9f86-d90c7d2d6c8c
Superblock backups stored on blocks:
32768, 98304, 163840, 229376, 294912, 819200, 884736, 1605632, 2654208,
4096000, 7962624, 11239424, 20480000, 23887872

Allocating group tables: done
Writing inode tables: done
Creating journal (32768 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

root@ids:/#

Buka /etc/fstab dan masukan
/dev/pve/data /var/lib/vz ext4 defaults 0 1

kemudian reboot , jika sukses maka ketika booting /dev/pve/data akan di mount ke folder /var/lib/vz  , seperti berikut  .
root@ids:~# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
udev 10M 0 10M 0% /dev
tmpfs 4.0G 8.9M 4.0G 1% /run
/dev/dm-0 68G 1.5G 63G 3% /
tmpfs 9.9G 34M 9.8G 1% /dev/shm
tmpfs 5.0M 0 5.0M 0% /run/lock
tmpfs 9.9G 0 9.9G 0% /sys/fs/cgroup
/dev/mapper/pve-data 194G 60M 184G 1% /var/lib/vz
cgmfs 100K 0 100K 0% /run/cgmanager/fs
tmpfs 100K 0 100K 0% /run/lxcfs/controllers
/dev/fuse 30M 16K 30M 1% /etc/pve

semoga bermanfaat , :)

sumber :

https://pve.proxmox.com/wiki/Installation:_Tips_and_Tricks#Optional:_Reverting_Thin-LVM_to_.22old.22_Behavior_of_.2Fvar.2Flib.2Fvz_.28Proxmox_4.2_and_later.29

https://forum.proxmox.com/threads/resizing-root-partition-and-giving-proxmox-more-space.18048/

Wednesday, September 13, 2017

DNS static di mikrotik yang sudah di remove tidak bisa hilang dari cache

Bismillah ,

beberapa hari yang lalu kami coba menambahkan beberapa dns static di mikrotik , untuk membelokan dns youtube ke lokal . tetapi dns tidak mau hiang dari cache ketika record nya telah di remove seperti berikut. akibat nya ketika akses ke youtube akan di lempar ke ip lokal yang di dns static yang di buat sebelum nya.

Selection_596

nah untuk menangani nya  , pertama clear cache dns nya ,

Screenshot from 2017-09-07 15-05-52

Screenshot from 2017-09-07 15-05-58

add dns static persis dengan cache dns yang tidak bisa di flush

Screenshot from 2017-09-07 15-06-29

Screenshot from 2017-09-07 15-06-42

kemudian remove dns static yang baru di buat persis dengan cache , maka cache akan hilang .

Screenshot from 2017-09-07 15-06-54

 

semoga bermanfaat :)

 

Tuesday, August 29, 2017

Squid tidak bisa mencatat ip user di bawah router

Selection_590

Bismillah ,..

kemarin kami mendapat problem seperti judul di atas,  topologi nya adalah seperti gambar di atas, squid menggunakan mode transparent proxy dengan satu NIC dan trafik dari client di redirect oleh R1,  jadi client di bawah R2 tidak terbaca di squid (ip client nya tidak terbaca , yang terbaca ip interface r2 yang menghadap ke r1) , R1 dan R2 adalah Mikrotik Router.

keadaan awal R2 menggunakan dynamic routing dengan NAT masquerade . setelah coba browsing  menurut diskusi di link berikut  https://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?t=54936     , akhir nya kami coba rubah routing dari R1 ke R2 menggunakan static routing dengan menghilangkan NAT Masquerade di R2 , berikut tabel routing R1 dan R2.

Tabel routing R1

Selection_592

Tabel routing R2

Selection_591

hasil nya source ip dari client di R2 bisa terbaca di interface R1 yang mengarah ke R2

Selection_594

dan log squid pun terbaca , ip client di bawah R2

Screenshot from 2017-08-29 11-30-04

jadi inti nya pindah dari NAT Masquerade ke static routing ,

terimaksih semoga , bermanfaat